Menentukan Kehamilan Pasca-operasi Caesar dan Informed Concent

April 25, 2008

DALAM praktik saya sehari-hari masih sering timbul pertanyaan dari para ibu saat berkonsultasi tentang waktu sebaiknya mereka bisa hamil kembali setelah melahirkan dengan operasi Caesar, mereka masih gusar kalau luka operasi lama belum sembuh dan bisa berbahaya bagi dirinya. Pertanyaan tersebut sangat standar akan tetapi memang sangat mereka perlukan, sebenarnya pertanyaan tersebut sudah harus dijelaskan kepada para ibu muda beserta keluarga sebelum tindakan operasi terdahulu oleh dokter yang lebih dikenal dengan informed concent, yakni penjelasan segala seluk beluk tindakan/operasi beserta segala risikonya, juga saat tersebut dijelaskan tentang kontrasepsi dan waktu terbaik untuk bisa hamil kembali yang aman.

Dengan penjelasan yang jelas tentang seluk beluk tindakan yang akan dilakukan pada seseorang akan membuat mereka paham benar apa yang akan dilakukan pada dirinya atau istrinya sehingga kelak bila ada sesuatu hal yang terjadi akibat komplikasi dia telah paham sebelumnya. Hal penjelasan detail menjelang operasi (informed concent) masih kurang dilakukan para dokter kita di Indonesia akibat berbagai alasan bisa karena waktu konsultasi kurang karena terlalu banyak pasiennya, berbagai alasan lainnya.

Asumsi yang berlaku selama ini di masyarakat kalau seseorang hanya boleh dilakukan operasi Caesar maksimal 3 kali dan boleh hamil kembali setelah usia anak 5 tahun. Semua informasi diatas bisa dibenarkan, akan tetapi hal tersebut pada zaman modern ini mulai ditinggalkan oleh karena semakin meningkatnya tingkat kesehatan dan pendidikan masyarakat sehingga mereka lebih awas tentang kesehatannya.

Mari kita lihat apa yang dilakukan oleh dokter pada seorang ibu dengan tindakan operasi Caesar. Saat operasi Caesar dilakukan 2 tahap tindakan pertama membuka dinding perut yang dikenal dengan laparotomi dan tindakan membuka dinding rahim(hysterotomi). Kendala dalam proses kelahiran berikutnya sangat tergantung pada jenis sayatan ini, pada setiap operasi Caesar ada 2 jenis tindakan sayatan pada dinding rahim bisa dalam bentuk sayatan elips atau sayatan memanjang lebih dikenal cara klasik. Kedua teknik operasi inilah yang menentukan cepat lambat sembuhnya luka operasi Caesar seseorang dan dapat memprediksi bagaimana proses kehamilan berikutnya terhadap ibu tersebut. Apakah dia bisa melahirkan secara normal pada kehamilan berikutnya ataupun harus operasi lagi?. Perlu diingat untuk jenis operasi sayatan Elips sangat berpeluang ibu tersebut dapat melahirkan kembali secara spontan/normal, sedangkan dengan sayatan memanjang(klasik) di dinding rahim, peluang untuk melahirkan secara spontan semakin kecil karena kemungkinan risiko akan robek dinding rahim saat proses persalinan, sehingga teknik sayatan memanjang ini sudah mulai ditinggalkan para ahli bedah kebidanan. Sayatan memanjang pada dinding rahim tersebut hanya dilakukan pada tindakan emergensi tertentu, misal ada kesulitan mengeluarkan kepala bayi .

Dalam keadaan normal rahim seorang ibu, akan kembali ke berat normal 50-60 gram seperti sebelum hamil setelah masa nifas selesai(42 hari), walau rahim telah kembali ke ukuran semula ada beberapa material benang yang digunakan saat operasi masih belum diserap sempurna sehingga kadang kala keluhan nyeri masih dirasakan oleh seseorang. Luka pada dinding perut saat operasi kulit bagian luar akan terlihat menyatu dalam 7 sampai 10 hari pasca operasi, adanya gangguan proses penyembuhan luka akan mulai terlihat dalam masa tersebut, luka operasi ini akan dirasakan nyaman oleh seseorang sangat personal, ada yang merasa bebas dari keluhan tak nyaman dalam 3 bulan atau ada sebagian sampai 6 bulan.Yang menjadi pertanyaan kita kenapa sesorang harus menunggu sampai 2 tahun bahkan sampai 5 tahun untuk dapat hamil lagi?, tentu tidak masuk akal bila dilihat dari proses penyembuhan luka. Akan tetapi perlu diingat tenggang waktu yang relatif lama ini bertujuan memberi waktu si ibu merawat sang bayi dan menyiapkan ibu baik dalam hal fisik maupun mental untuk menghadapi proses kehamilan berikutnya.

Bila kita lihat indikasi yang umumnya sering digunakan para dokter untuk melakukan tindakan operasi Caesar, 1. karena riwayat operasi sebelumnya, 2.tidak majunya suatu persalinan, 3. presentasi sungsang, 4. gawat janin(detak jantung anak yang tidak normal). Umumnya penyebab operasi Caesar terbanyak adalah akibat persalinan tidak maju dan penyebab terbanyak lainnya hampir sepertiga dari total kasus adalah atas indikasi riwayat bekas operasi Cesar pada persalinan lalu. Bila kita melihat dari indikasi tersebut hal yang bisa dilakukan dalam upaya menurunkan insidensi operasi melahirkan adalah dengan mencoba menghindari tindakan operasi bila memang tidak dibutuhkan(tidak ada indikasi) karena dengan riwayat operasi akan membuka peluang besar untuk operasi ulang bila hamil lagi sampai 50 persen. Alasan tindakan operasi terhadap bayi presentasi bokong bisa ditekan andaikan penolong persalinan berpengalaman, karena pada presentasi bokong/sungsang bila bayi berat kurang dari 3500 gr, bayi tersebut berpeluang besar untuk lahir secara normal.

Seorang ibu dengan riwayat persalinan operasi dengan indikasi tidak absolut (bukan atas alasan panggul sempit) berpeluang besar untuk melahirkan secara normal bila kembali hamil setelah anak usia 2 tahun, sedangkan bagi ibu hamil dengan operasi dan usia anak masih dibawah satu tahun, dia terus boleh hamil akan tetapi peluang baginya melahirkan secara spontan lebih kecil.

Karena kita tahu jenis sayatan pada dinding rahim sangat menentukan bisa boleh hamil kembali dan dapat melahirkan secara normal, maka sudah saatnya anda menanyakan jenis sayatan pada rahim yang dilakukan dokter saat pulang dari rumah sakit dan harus dicatat khusus karena data ini sangat diperlukan oleh dokter jika anda hamil lagi, konon lagi bagi ibu yang tugasnya/suaminya suka berpindah-pindah dari suatu daerah ke daerah lain, demi untuk merencanakan perawatan kehamilan berikutnya. Dokter Kebidanan sudah saatnya menjelaskan detail baik buruk tindakan operasi, alasan operasi yang dilakukan dan waktu tepat bisa hamil kembali seorang ibu (informed concent), sehingga kita bisa mencegah salah penafsiran dari keluarga bila terjadi komplikasi akibat proses kehamilan atau operasi seperti yang selama ini banyak terjadi, demi peningkatan citra pelayanan kesehatan bagi masyarakat kita. [a]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: