Operasi Tanpa Mengores Kulit Perut

Januari 24, 2008

KALAU alasan sebagian masyarakat takut operasi karena takut akan terjadinya parut, maka kekuatiran tersebut mulai bisa dihindari dengan melakukan operasi lewat vagina, saat ini tindakan operasi pervaginam banyak dilakukan terutama pada kasus-kasus penyakit kandungan seperti turun peranakan yang diikuti dengan menonjolnya dinding vagina bagian depan dan belakang, juga pada kasus-kasus tumor jinak rahim laiinya seperti mioma uteri. Malah beberapa kasus batu kandung kemih dioperasi lewat vagina secara bersamaan dengan tindakan operasi turunnya peranakan(prolapsus uteri).

Kasus teknik-teknik terbaru operasi pervaginam tersebut, dibahas dalam pertemuan para peminat bedah vaginal dan inkontinen Australia dan Indonesia di Sydney Adventis Hospital, 25 sampai 29 Juli 2007. Tindakan bedah lewat vagina mempunyai banyak keuntungan, di antaranya masa rawat rumah sakit singkat dan perdarahan sedikit.. Sampai saat ini kasus ginekologis banyak dioperasi pervaginam terutama kasus turunnya peranakan secara total yang dikenal dengan prolapsus uteri total. Operasi pervaginam akan memberikan hasil optimal dibandingkan dengan operasi konvensional (lewat dinding perut). .

Teknik operasi lewat vagina ini telah mulai ramai dilakukan sejak 20 tahun silam yaitu dalam perbaikan penonjolan dinding depan dan belakang vagina yang dikenal dengan operasi Kolporafi. Operasi Pervaginam memberikan hasil optimal karena dengan semakin baiknya teknik operasi yang dilakukan. Pada operasi pervaginam untuk kasus menonjolnya dinding pelviks, penjahitan sesuai defek dinding yang rusak malah untuk kasus-kasus tertentu diikuti dengan pemasangan selaput tipis berbentuk jaring(mesh) yang berfungsi membantu dinding/jaringan yang sangat tipis yang bermaksud untuk mencegah terulangnya kembali penonjolan dinding vagina hasil operasi pengembangan teknik operasi ini sangat baik khususnya bagi kaum hawa karena hampir 30 sampai 50 persen kaum hawa selama masa hidupnya berisiko terjadi penonjolan organ pelviks, termasuk alat reproduksi,.Tetapi hanya 10 sampai 20 persen yang berobat pada dokter.

Mereka yang mengeluh adanya tonjolan organ pelviks akan mengakibatkan turunnya tingkat kualitas hidup mereka, karena mereka tidak nyaman kalau berjalan oleh karena tonjolan alat reproduksi, dan pada kasus yang berat akan menyebabkan gangguan buang air kecil dan beser sehingga tidak nyaman. Pada sebagian kasus akan berdampak social berupa perceraian akibat gangguan dalam fungsi seksual.

Tujuan tindakan operasi pada kasus-kasus penonjolan peranakan/organ pelviks untuk memperbaiki kembali peran penyangga dari ligament dan otot-otot penyokong organ pelviks, yang akan membuat normalnya kembali, fungsi buang air kecil, hubungan seksual,yang selama ini terganggu karena peranakan yang menonjol dalam vagina,dan buang air besar. Pada tindakan operasi penonjolan vagina secara konvensional (tanpa pemakaian graft) resiko kegagalan sekitar 29 persen. Dalam inovatif teknik operasi baru ini selain dilakukan perbaikan anatomi otot /ligament penyangga uterus, juga ditambahkan polypropylene mesh(xenograft) yang berperan mempertahankan tahanan dan digantung melalui foramen obturator (lubang tempat lewatnya saraf /pembuluh obturator).

Operasi pervaginam banyak keunggulannya, misal pada kasus turunnya rahim(prolapsus uteri) pada kelompok yang tidak menginginkan hamil lagi,selain pengangkatan rahim, juga bisa dilakukan rekontruksi anatomi dinding panggul dan vagina sehingga keluhan nyeri sangat hubungan seksual bisa ditiadakan. Sedang dengan bedah lewat dinding perut kita bisa dapat melakukan rekontruksi atot vagina /panggul sehingga masih meninggalkan rasa tidak nyaman.

Keadaan yang bisa menimbulkan penonjolan vaginal antara lain.

1. Jumlah anak yang banyak dan kesulitan dalam melahirkan pervaginam

2. Riwayat pernah operasi prolaps

3. Rahim yang sudah diangkat

4. Wanita gemuk,sulit buang air besar kronis , pengangkat berat dan pasca menopause

5. Otot-otot dinding panggul yang lemah dan diameter panggul luas

Pada kelompok yang masuk dalam berisiko tersebut perlu berhati-hati dan melakukan konsultasi kedokter bila menghadapi keluhan seperti, adanya kesulitan untuk miksi, urin keluar sedikit-sedikit, kesulitan baung air besar (defekasi) dan disfungsi seksual. Umumnya dalam praktik sehari-hari mereka para penderita penonjolan inding panggul datang terlambat, misal pada kasus prolaps, seorang ibu datang setelah ada perdarahan karena peranakan yang turun tadi terinfeksi. Pada kasus-kasus yang kronis akan membuat tingkat keberhasilan operasi berkurang.

Walaupun teknik operasi penonjolan dinding panggul ini jauh lebih baik dan mudah dilakukan maka alangkah baiknya kita cegah terjadinya turunnya peranakan atau melemahnya otot/sendi penyokong dinding panggul dengan cara hindari terlampau sering melahirkan anak, karena persalinan yang banyak ini akan berakibat turun/lemahnya otot/sendi penyokong alat reproduksi seorang wanita, hindari mengedan yang terlalu lama dan hindari berat badan yang berlebihan . Selain itu bagi seseorang yang sulit melakukan buang air besar sebaiknya makanlah makanan yang banyak seratnya , perbanyak makan sayur dan minum. Bagi kelompok wanita menopause bisa menggunakan terapi hormon. pengganti. estrogen.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: