Menjaga Kesehatan tetap Fit Pasca Puasa

Januari 29, 2008

PUASA ramadhan telah usai dilakukan, dan kita telah mulai melakukan acara kemenangan dengan bersilatuhrahmi dengan sanak keluarga, kerabat dan keluarga lingkungan. Bila selama bulan puasa kita telah mendapat pemusatan latihan tentang penyegaran rohani dengan mendengar berbagai tausiah yang diberikan parapakar dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan puasa ramadhan, dan keadaan ini tentu akan membuat kita bertambah pengetahuan tentang pemahaman keagamaan, yang akan membawa kita untuk melakukan berbagai kebaikan dalam kehidupan seharian dalam bermasyarakat.

Satu sisi lain yang penting disyukuri selama menjalankan ibadah puasa adalah kemampuan kita mengatur pola makan sehat dengan disiplin demi mendapatkan kondisi tetap fit(sehat), dan dengan melakukan puasa kita mampu mengontrol emosi dengan baik. Yang ingin saya sampaikan pada tulisan ini masalah pola makan yang merupakan pangkal bala yang mengancam kesehatan tubuh seseorang, sehingga dengan momentum pasca selesai puasa ini, sebaiknya kita mempertahankan pola pengaturan makan,kualitas, dan kuantitas makanan yang dimakan, sehingga asupan kalori bisa terukur dengan baik. Bila kita makan tidak berlebihan berarti kita telah mencegah potensi untuk terjadi kegemukan(obesitas) yang tidak baik untuk kesehatan.

Salah satu kebiasaan pola makan yang baik selama puasa adalah keteraturan dalam berbuka dan sahur, pola makan saat berbuka dengan memulai makan buah kurma atau segelas air manis dan air mineral, merupakan proses pembelajaran yang didapat dalam melakukan ibadah puasa, karena perut kita sudah lama kosong sekitar 12 jam, sehingga system pencernaan juga dalam keadaan puasa, tentu untuk aktifasi kembali untuk i berfungsi kembali jangan langsung dengan makanan berat, sebagai contoh kolak yang kaya akan lemak dan makanan berat seperti nasi.

Sedangkan kurma atau segelas air tadi mengandung karbohidrat yang penting untuk mendapat kadar karbohidrat cepat sebagai sumber energi. Biasanya pasca shalat magrib kita baru melanjutkan makan makanan berat. Umumnya kita jarang melihat orang banyak yang gemuk pasca bulan puasa, semestinya bila kita lihat dengan makanan yang dimakan saat berbuka relatif banyak, dan umumya tetap tampil fit dan tidak gemuk. Kemungkinan hal ini akibat begitu teraturnya pola makan dan aktifitas ibadah yang dilakukan misal melakukan shalat terawih, apalagi dengan rakaat yang maksimal.

Aktifitas ini akan menyebabkan adanya katabolisme (pemecahan) kalori yang masuk tadi sehingga tubuh kita tetap akan tampil fit Secara normatif bila makanan yang kita makan berlebihan kalorinya tapi tidak kita gunakan kembali untuk aktifitas, kelebihan tersebut akan disimpan dalam bentuk lemak. Lemak yang berlebihan akan meningkatkan risiko seseorang mendapat penyakit gula(diabetes) dan hipertensi..

Pola pengaturan keseimbangan makan ini yang sekarang banyak dipakai untuk menjaga porsi tubuh seseorang tetap seimbang, karena pola penurunan berat badan yang dilakukan selama ini dengan menggunakan obat-obatan untuk menekan nafsu makan kurang nyaman dirasakan akibat pengaruh obat terhadap fungsi tubuh lain, selain itu seseorang juga sangat tergantung pada obat.

Makanan yang dimakan seseorang, apakah sehat atau tidak sehat secara umum diproses didalam tubuh, melalui lambung dan usus, untuk dijadikan energi yang akan dipakai untuk aktifitas sehari-hari, sebagian akan disimpan sebagai cadangan energi bisa untuk energi cepat dalam bentuk glikogen yang dismpan dihati dan otot dan juga disimpan dalam bentuk lemak. Sebagian makanan masuk kedalam tubuh seseorang setelah diproses akan menjadi limbah menjadi air, urea dan laktat.

Bila dalam keadaan tertentu misal gangguan ginjal maka limbah ini tidak bisa dibuang dengan sempurna maka dia akan mengalami keracunan limbah urea tadi sehingga membutuhkan mesin pencuci limbah ginjal yang lebih dikenal dengan cuci darah. Perlu dingat insidensi kasus dengan gangguan fungsi ginjal terus meningkat sehingga perlu kita menjaga tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan baik dan mencegah makan obat-obat yang tidak rasional, karena ada obat –obat tertentu yang bisa merusak ginjal.

Untuk diketahui karbohidrat yang ada dalam makanan yang kita makan sehari-hari, akan diproses melalui 2 proses yaitu melalui proses anaerobik suatu proses pemecahan cepat untuk mendapatkan energi, contoh proses ini dipakai pada pelari cepat, proses berikutnya adalah aerobic, yang untuk metabolismenya membutuhkan kan oksigen dan proses relatif lambat.

Untuk menjaga tubuh tetap tampil sehat pasca puasa ini ada beberapa cara, selain mengatur pola makan sesuai kebutuhan kalori yang dibutuhkan, atau melakukan aktifitas pembakaran energi yang optimal. Sebagai dasar acuan kebutuhan banyak cara yang bisa digunakan, seperti dengan menggunakan tabel berat badan dan jenis berat ringan beban kerja, misal seorang laki –laki, 30 tahun, berat badan 55 kg membutuhkan 2650 kalori, atau dengan menghitung kebutuhan dasal tubuh di kali presentase beban kerja, misal (BMR + 30 % untuk kerja ringan).

Menghitung kebutuhan BMR dengan cara mengalikan berat badan dengan 24 kalori. Contoh seorang dengan berat badan 60 kg kebutuhan dasar adalah 60 kali 24 kalori adalah, 1440 kalori. Kalau dia seorang tukang becak dayung kebutuhan ditambah sekitar 100 %, maka kebutuhan meningkat menjadi 2880 kalori.

Berikut beberapa kebutuhan energi berdasarkan BMR.

Tingkat aktifitas

Jenis aktifitas

Kebutuhan/hari/kalori

Sangat ringan

Tidur, baring,duduk, menulis, mengetik

BMR + 30 %

Ringan

Menyapu, menjahit, mencuci piring,hias ruang

BMR + 50%

Sedang

Mencangkul, manyabit rumput

BMR +75 %

Secara umum tabel tadi mengambarkan kebutuhan dan jenis kegiatan yang kita lakukan sehari-hari, jadi jangan dengan aktifitas yang sangat ringan kita makan sesuai kebutuhan bagi aktifitas yang berat yaitu penambahan sampai 100 persen kebutuhan dasar. Tentunya konsekuensi akan meningkatkan risiko terjadi kegemukan, dan membuat sesorang tidak nyaman untuk aktifitas dan tk percaya diri.

Manfaat yang bisa kita ambil adalah mencoba membiasakan diri menghitung kebutuhan kalori sesuai aktifitas yang dilakukan, kalau kerjanya banyak tidur yang gunakan sesuai kebutuhan kalori sesuai aktifitas kalori, jangan makan porsi seorang tukang becak dayung, tentu dalam upaya menghidari terjadi kegemukan.

Solusi jikalau suka makan banyak, sebaiknya lakukan aktifitas fisik untuk membakar kalori yang masuk tadi sehingga energi yang masuk dan yang keluar seimbang dan tentunya tidak disimpan dalam bentuk lemak. Aktifitas sekarang bisa dilakukan dilapangan terbuka seperti senam jantung sehat, bisa jalan pagi juga bisa dilakukan di tempat tertutup misal senam aerobik dan banyak metoda lainnya.

Pola makan tetatur dengan makanan sehat, banyak serat dan kombinasi kalori yang sesuai perlu di perhatikan, seperti yang telah dilakukan selama menjalankan ibadah puasa, dan untuk mendapatkan keterangan jenis makanan sehat sangat mudah oleh karena banyak buku tentang gizi sekarang dijual dan sangat mudah untuk dipahami.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: