Bayi Besar dan Minum Es

Maret 8, 2008

Bila Anda seorang ibu yang sedang hamil, Takutkah anda jika bayi anda kelak lahir dengan bayi besar yakni bayi  lahir dengan berat diatas 4 kilogram. Setiap bayi yang lahir besar  berisiko  terjadi komplikasi saat melahirkan, risiko yang terjadi  bisa berupa sulitnya bayi keluar melalui jalan  lahir, perdarahan pasca melahirkan akibat robekan pada jalan lahir atau tersangkutnya bahu anak yang berakibat bayi sulit bernafas, bahkan bila tersangkutnya bahu tak segera tertolong  menyebabkan kematian sang anak. Hal ini adalah satu bentuk komplikasi saat proses persalinan  yang terjadi dengan bayi besar. Sebenarnya prediksi anak besar telah dapat diprediksi lebih dini dengan periksa kehamilan yang teratur baik di bidan maupun pada dokter.

Saat periksa hamil di dokter anda selalu di tanya, riwayat siklus haid yang lalu, riwayat masalah kesehatan ibu/bapak sebelum hamil, keluhan-keluhan yang dirasakan selama hamil dan riwayat komsumsi  obat-obatan tertentu selama hamil berlangsung. Pertanyaan tersebut akan membawa dokter dalam program pemeriksaan lanjutan demi kesejahteran janin. Sebagai contoh bila ibu dengan riwayat terjadi keguguran yang berulang, bayi meninggal dalam kandungan  dan pernah melahirkan bayi besar, dokter akan mengarahkan untuk memeriksa  kadar gula darah  ibu dan pemeriksaan darah untuk melihat parasit tertentu seperti toksoplasma. Dengan pemeriksaan  lebih awal ini kelainan tertentu bisa diatasi dengan pemberian obat-obatan tertentu.

Kasus bayi besar  dengan berat bayi  dibawah 5 kilogram masih serin terjadi, akan tetapi, bayi yang lahir dengan berat ekskrim antara 6 kilogram masih sangat jarang terjadi, untuk  Aceh pernah lahir bayi dengan 6  kg  yang lahir 17 oktober tahun lalu, dan berat bayi besar yang tercatat di museum rekord Muri, 6,4 kilogram, sedangkan yang terberat di dunia bayi asal Siberia dengan 7,7 kilogram.

 Bayi besar atau istilah latin dikenal makrosomia, atau Giant Baby(bayi raksasa), adalah bayi dengan berat badan diatas  4 kilogram. Kejadian sangat bervariasi antara 8 sampai 10 persen total kelahiran, akan tetapi kelahiran dengan berat sangat ekstrim seperti diatas 5,5 kg sangat langka. Bayi besar akan meningkatkan risiko problema proses persalinan yaitu kemungkinan terjadi bahu bayi tersangkut dan, kalaupun bayi lahir, bayi akan lahir dengan gangguan nafas dan kadang kala bayi lahir dengan trauma tulang leher, bahu dan selubung sarafnya.

Semuanya ini terjadi akibat massa bayi yang besar sehingga tidak mungkin atau sangat sulit melewati  panggul ibu. Beruntung  pada keadaan tertentu bayi bisa lewat panggul ibu dengan proses lama akan tetapi biasanya bayi tersebut berpotensi tidak sehat, sedangkan ibu yang melahirkan sering mengalami gangguan berjalan pasca melahirkan akibat peregangan maksimal struktur tulang panggul.Keluhan keluhan tersebut bisa sembuh kembali dengan perawatan yang baik.

Faktor penyebab terjadinya bayi besar bisa akibat  faktor ibu dan bisa juga akibat  faktor bayinya sendiri. Beberapa faktor –faktor tersebut diantaranya. Ibu yang menderita sakit gula(diabetes melitus), hal ini terjadi akibat  terjadi gangguan penggunaan gula darah ibu hamil yang disebabkan  ttak berperannya fungsi  hormon insulin,  inilah yang membuat bayi menjadi tumbuh besar. Seorang ibu dengan riwayat sakit gula, bila hamil harus melakukan pemeriksaan laboratorium tentang kadar gula darah untuk mencegah terjadinya komplikasi kematian bayi didalam rahim.

Pemeriksaan kadar gula darah sebaiknya dilakukan saat usia kehamilan 24-28 minggu, bila  kadar gula darah tidak normal, nilai kadar gula harus diturunkan  dalam batas aman atau  normal  dengan menggunakan suntikan hormon insulin, karena penggunaan obat penurun gula darah tablet tidak dibenarkan, sebab bisa membahayakan  bayi.

Selama Hamil pertambahan berat badan ibu selalu dicatat pertambahan demi memprediksi tentang kesehatan ibu dan mencegah penambahan yang sangat menyolok. Seeorang ibu hamil  gemuk berisiko 4 sampai 12 kali untuk melahirkan bayi besar.  Bayi yang lahir besar juga dihubungkan dengan usia kehamilan yang  lewat waktu taksirannya. Selain itu seorang Ibu dengan kehamilan lebih dari 2 juga berpotensi melahirkan bayi besar, karena   umumnya berat seorang  bayi yang akan lahir berikutnya  bertambah sekitar 80 sampai 120 gr . Ibu hamil dengan usia lanjut dan pernah melahirkan bayi besar, berpeluang melahirkan bayi besar. 

Selain itu pengaruh postur ibu dan bapak yang besar juga mempengaruhi lahir bayi besar, pengaruhnya berhubungan dengan tinggi badan bukan berat badannya. Pengaruh genetik atau kelainan kongenital (bawaan) juga berpengaruh untuk terjadi bayi besar.  Bayi dengan Jenis kelamin laki-laki berpengaruh terjadi bayi besar, biasanya  anak lelaki sekitar 150 lebih berat dari jenis perempuan, kejadian pada anak lelaki berkisar 60 sampai 65 persen.. Ibu hamil yang minum es tidak ada hubungan dengan kejadian anak besar, keluhan ini sangat sering ditanyakan seorang ibu hamil saat memeriksakan kehamilan di dokter kandungan.

Dengan periksa hamil teratur dapat ditekan risiko komplikasi bagi ibu yang sering terjadi  akibat bayi besar, seperti tingginya angka operasi Caesar,  perdarahan pascasalin, dan trauma jalan lahir. Periksa  kehamilan di pos bidan desa atau puskesmas baik itu  dilakukan oleh bidan maupun dokter umum  akan menjadi tempat skrining  awal, ada tidaknya masalah  kehamilan seorang ibu.

Bila seorang ibu dengan penambahan berat badan diatas 12 kg, rata-rata penambahan berat badan ideal selama hamil  (7 sampai 12 kg), atau adanya tinggi fundus rahim diatas 40 cm, atau ibu yang gemuk (berat diatas 80 kg), sebaiknya kasus yang demikian segera dirujuk ke rumah sakit untuk konfirmasi pemeriksaan sonografi karena kelompok ibu dengan ukuran-ukuran tersebut berpotensi terjadi bayi besar.

Masalah yang muncul pada bayi besar dengan ibu riwayat sakit gula adalah perawatan bayi pasca lahir, bayi harus diperiksa kadar gula darahnya untuk mencegah bayi kurang energi disebabkan sianak biasanya fungsi hormon insulinnya normal. Sedangkan pada kelompok  bayi besar akibat faktor postur ibu yang besar, perawatannya   relatif mudah.

Pencegahan  terjadinya bayi besar bertujuan mencegah terjadi komplikasi yang tidak diinginkan bagi ibu dan janin dengan jalan melakukan diagnosa lebih awal adanya potensi terjadinya bayi besar. Pencegahan dilakukan dengan melakukan penimbangan berat badan ibu secara teratur, pengukuran tinggi fundus uteri dan pola makan yang benar.

Selama ini masih ada anggapan seorang ibu hamil harus makan untuk porsi dua orang karena itu ia membutuhkan  energi yang relatif banyak, pendapat tersebut tidak benar  karena peningkatan kalori yang dibutuhkan  seorang ibu hamil berkisar 10 sampai 15 persen kebutuhan normal.

Untuk mencegah  adanya bayi besar ibu hamil perlu melakukan pemeriksaan kehamilan secara teratur, 4 kali selama kehamilannya, sekali saat kehamilan trimester pertama dan kedua dan 2 kali saat usia kehamilan trimester ketiga.

Penting bagi seorang ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan sonografi(USG) selama kehamilan, sebaiknya seorang ibu hamil selama masa kehamilannya minimal diperiksa sebanyak 2 kali, yakni saat usia  kehamilan 12-15 minggu untuk melihat adanya kelainan  bayi, dan saat usia kehamilan 8 bulan untuk menentukan kesejahteraan janin, letak plasenta dan posisi/ presentasi  bayi sehingga bisa merencanakan tempat persalinan yang optimal.  Pemeriksaan besar bayi dengan USG akan memberikan ketepatan sampai 90 persen, sedangkan dengan pemeriksaan phisik saja misal dengan berat badan ibu dan tinggi fundus uteri memberikan ketepatan sampai 50 persen.

Mengingat  banyaknya  risiko yang mungkin terjadi dalam masa kehamilan, maka sebaiknya. setiap ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik dan teratur,dengan menimbang penambahan berat badan setiap bulan,  lakukan pemeriksaan  USG selama masa hamil minimal pada awal dan akhir usia kehamilan.

Jangan malu menceritakan riwayat kehamilan yang buruk jikalau ada  saat berkonsultasi dengan  dokter. Dengan tingginya kesadaran masyarakat melakukan pemeriksaan kehamilan dengan baik kita akan dapat menurunkan risiko kelahiran bayi besar, dan risiko kehamilannya. [A]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: