Tranfusi Darah dan Kematian Ibu

April 25, 2008

MASIH sering terdengar oleh kita kasus ibu yang tak tertolong pasca melahirkan, karena tidak tersedianya atau lambatnya mendapat darah dari unit transfusi darah, dan anehnya kita dalam menghadapi kasus-kasus seperti itu selalu pasrah untuk menerima situasi yang sangat tidak menguntungkan tersebut. Kita sebagai hamba yang beriman tidak dapat menolak takdir tersebut, akan tetapi perlu dipahami kita sebagai manusia yang berbekal ilmu bisa menjawab dan tahu penyebab kematian tersebut, apakah wajar atau tidak kematian itu terjadi.

Suatu tantangan bagi kita semua yang mempunyai fisik yang sehat untuk mau menjadi donor sukarela, karena dengan adanya donor sukarela akan meningkatkan jumlah persedian darah di PMI dan akan membuat banyak nyawa manusia tertolong. Dengan menyumbang darah secara sukarela berarti kita telah ikut dalam mensukseskan upaya menurunkan rasio kematian ibu sesuai harapan pada point ke lima Milenium Developtment Goal(MDG).

Kebutuhan akan darah terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, baik itu untuk tindakan operasi kasus kecelakaan ataupun kasus operasi terencana, selain untuk kasus operasi darah juga dibutuhkan untuk kasus luka bakar, kanker darah dan kelompok orang yang kurang darah (anemia). Darah banyak diperuntukkan juga untuk komplikasi proses kehamilan dan persalinan, karena kita tahu kasus perdarahan akibat proses kehamilan dan persalinan masih tinggi, terutama di negara sedang berkembang, kematian mencapai angka 25 persen dari seluruh penyebab kematian ibu.

Bila kita cermati sensus demografi kesehatan Indonesia (SDKI 2003), angka kematian ibu akibat proses reproduksi 307 perseratus ribu, maka andaikan darah tersedia kurang lebih sebanyak 100 wanita bisa terselamatkan. Diperkirakan setiap tahun sekitar 500.000 wanita meninggal diseluruh dunia akibat proses kehamilan dan melahirkan, yang 99 persen diantaranya terjadi di negara sedang berkembang dan berpendapatan rendah.

Perlu diingat dari setiap sepuluh orang yang masuk rumah sakit satu orang diantaranya akan membutuhkan darah, jadi jelas bagi kita darah sangat dibutuhkan demi menyelamatkan jiwa seseorang.

Di Amerika Serikat diperkirakan sekitar 4,5 juta nyawanya tak akan tertolong bila tidak mendapat transfusi darah, sedangkan di Inggris dan Wales di tahun 2004 dengan bantuan darah dari donor sekitar 1 juta jiwa manusia terselamatkan, begitu juga di Negara Kita Indonesia sangat banyak jiwa yang tertolong berkat transfusi darah

Kebutuhan darah bagi kita di Indonesia masih sangat terkendala karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjadi donor sukarela sehingga ketersediaan darah di unit transfusi darah masih rendah. Masih rendahnya tingkat kesadaran masyarakat untuk menjadi donor sukarela disebabkan beberapa kendala salah satunya adalah karena masih kurang pahamnya masyarakat tentang masalah seluk beluk transfusi darah, misal masih ada anggapan adanya dampak bahaya bila seseorang memberikan darah secara rutin.

Ukuran keberhasilan suatu unit transfusi darah terletak pada tingginya persentase donor sukarela di unit transfusi tersebut bukan pada bagus dan lengkapnya sarana di unit transfusi darah. Di Indonesia, khususnya di Medan dan Aceh jumlah donor sukarela masih sangat rendah.

Donor darah kita saat ini masih bersifat donor musiman dengan pegertian dilakukan berkaitan dengan event tetentu saja, hal ini berbeda dengan masyarakat di negara maju mereka rutin menyumbang secara sukarela demi membantu sesama setiap 3 bulan, karena dengan donor darah secara rutin ibarat kita mengganti pelumas dan mendapat tambahan yang baru dan tentunya mesin alias tubuh kita menjadi sehat. Karena kita ketahui sel darah merah kita tetap mengalami regenerasi setiap 120 hari.

Akibat masih sedikitnya masyarakat menjadi donor sukarela membuat sulit bagi seseorang untuk mendapat darah saat diperlukan dan situasi ini membuat terbuka peluang munculnya calo darah dan menyebabkan terjadi aksi jual darah dengan harga yang tidak rasional dan tidak manusiawi tersebut.

Sudah saatnya pengurus Unit Transfusi darah Palang Merah Indonesia(PMI) dan persatuan donor darah, bekerja keras proaktif untuk menggugah masyarakat untuk mau mendonorkan darah atau menjadi donor darah sukarela, karena dengan setetes darah anda dapat menolong jiwa orang lain. Masyarakat perlu di informasikan tentang seluk beluk darah dan diajak untuk mendonorkan darahnya. Masyarakat perlu tahu bahwa walaupun seseorang tidak mendonorkan darahnya, tetapi darah seseorang tetap dibentuk yang baru setiap 120 hari, untuk mengganti sel darah yang mati, dan proses ini terus berlangsung selama hidupnya. Diperkirakan seorang dewasa mempunyai volume darah 5 liter, maka dengan mendonorkan darah 250 cc(5 persen), dan bagi seorang dewasa sehat bisa saja diambil darah sampai 500 cc (10 persen), jumlah darah yang didonorkan tersebut tidak akan mempengaruhi fungsi tubuhnya sama sekali. Keseimbangan sirkulasi darah baru terganggu bila darah seseorang berkurang secara akut sampai 20 persen.

Masalah ketersediaan darah di unit transfusi masih menjadi kendala bagi kita di Indonesia, saat ini jumlah darah yang terkumpul hanya 0,47 persen dari jumlah penduduk, seharusnya mencapai angka 1 persen. Seharusnya darah di unit transfusi dominan berasal dari donor sukarela atau relawan, selebihnya bisa dari darah keluarga (directed donation) dan darah sendiri atau autologous yang diambil sebelum tindakan operasi. Darah di unit transfusi kita umumnya masih berasal dari darah keluarga.

Di Indonesia unit transfusi darah masih menggunakan metode darah pengganti dari keluarga, yang sebenarnya tidak mutlak diperlukan pengganti bila donor sukarela banyak, beberapa negara lainnya yang masih menganut donor pengganti seperti Argentina(90%), dan Pakistan(70%). Menurut Palang Merah Amerika, sekitar 97 persen peluang seorang yang kita kenal akan membutuhkan transfusi darah. Kita mengetahui begitu banyaknya kebutuhan darah bagi masyarakat, maka sudah saatnya PMI terus meningkatkan promosi dan mengajak masyarakat menjadi donor sukarela, yang merupakan kegiatan yang sangat mulia untuk menolong sesama kita yang membutuhkan.

PMI oleh pemerintah sesuai PP no 18 tahun 1980 telah ditetapkan satu-satunya lembaga yang mengurus transfusi darah. Walaupun demikian kita sebagai masyarakat baik itu siswa/mahasiswa atau masyarakat umum sudah saatnya berpartisipasi menjadi donor sukarela dan mengurangi peluang munculnya calo darah kembali, tentunya bagi seseorang yang sehat jasmani dan tidak terinfeksi virus hepatitis C,B dan Human imunodefisiensi virus (HIV), usia 17 tahun, berat badan 110 pound (50 kg). Seseorang bisa diambil ulang darahnya dalam 56 hari kemudian. Perlu untuk dipahami bahwa seseorang yang diambil darahnya volume plasma darahnya akan kembali normal setelah 72 jam, sedangkan untuk sel darah kembali normal dalam waktu 4-8 minggu.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses pengambilan darah seseorang mulai menjawab pertanyaan sebelum pengambilan darah, persiapan dan waktu pengambilan sampai siap ditransfusikan membutuhkan waktu satu jam.

Masalah darah dan proses pembentukan

Manusia tidak bisa hidup tanpa darah, darah selain mengandung oksigen juga terkandung CO2 dan hasil metabolisme tubuh lainnya yang akan dibawa ke paru, ginjal dan alat pencernaan untuk dibuang. Tanpa ada darah kita tidak bisa melawan infeksi dan menjaga hangat tubuh . Darah yang diambil dari donor dikenal dengan whole blood (darah segar), mengandung tiga unsur sel darah, yaitu sel darah merah, sel darah putih dan zat-zat pembekuan. Sel darah diproduksi di sumsum tulang, yang terdapat di tulang belakang, tulang panggul, tulang iga dan tulang sternum, dalam whole blood mengandung cairan plasma yang berwarna kekuningan, umumnya plasma mengandung 90 persen air, protein, hormone dan hasil metabolisme

Red Blood Cells/sel darah merah, Sel darah merah alias eritrosit komposisinya berkisar 40-45 persen dari sel darah, kaya akan zat besi dan protein yang dikenal dengan hemoglobin, hemoglobin menjadi indikator kesegaran seseorang, darah seseorang akan berwarna merah terang bila mengandung banyak oksigen, White Blood Cells/sel darah putih, kandungannya sekitar 1 persen dari sel darah, merupakan salah satu andalan pertahanan tubuh seseorang untuk melawan infeksi yang masuk kedalam tubuh, sel darah putih bisa bergerak keluar pembuluh darah atau tetap di pembuluh darah utuk mencapai jaringan yang terinfeksi. Masa hidup sel darah putih bervariasi antara beberapa hari sampai sebulan.

Platelets/tombosit, Platelet yang lebih dikenal dengan trombosit, berkisar 5 persen dari sel darah dibentuk di sumsum tulang, berperan dalam proses pembekuan darah, bila ada pembuluh darah yang pecah. Platelets berumur sembilan hari dalam aliran darah dan platelet ini diganti secara tetap oleh sel baru. Trombosit bersama beberapa factor pembekuan lain bersama-sama membentuk bekuan yang kuat untuk menjaga keseimbangan darah.

Skrining untuk penyakit tertentu, seperti, HIV, Hepatitis B dan C harus dilakukan di unit transfusi darah, pemeriksaan skrining penyakit-penyakit tersebut sangat penting sebelum darah seseorang di transfusi ke orang lain. Karena bila ini tidak dilakukan maka seseorang berisiko terinfeksi penyakit melalui transfusi, seperti di Afrika sekitar 5 persen penduduk terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang tidak aman. Kendala yang dihadapi Unit transfusi darah saat ini adalah dana pendukung operasional, karena tanpa dana bantuan tersebut, sehingga masih sulit unit transfusi darah menyiapkan sarana pendukung pelayanan bagi masyarakat tersebut.

Perhatian pemda dan organisasimasyarakat yang peduli kesehatan sangat diharapkan dalam promosi tentang pentingnya melakukan donor darah dan menjadi donor sukarela, bagi masyarakat umum, mahasiswa dan pegawai negeri/ABRI/Polri. Dengan menyumbang darah kita dapat menyelamatkan jiwa ibu yang melahirkan, sesuai tema ulang tahun donor darah tahun ini save blood and save mother dengan puncaknya peringatan dilakukan di Ottawa Canada 14 Juni lalu. [a]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: